Pajak Perorangan Pribadi seringkali dikenal dengan istilah PPh OP. Pajak pribadi ini diperuntukkan bagi setiap orang pribadi yang mendapatkan atau menerima penghasilan di Indonesia.
Wajib pajak tersebut harus mengajukan laporan pajak tahunan dan membayar PPh OP sesuai dengan tarif yang berlaku. Untuk memahami lebih lanjut seputar PPh OP dan siapa yang wajib membayar pajaknya, simak ini!
Apa Itu Pajak Perorangan Pribadi?
Pajak perorangan pribadi adalah pajak yang wajib dibayarkan oleh individu atas semua penghasilan dan pendapatannya dalam satu tahun masa pajak. Pendapatan tersebut bisa berasal dari gaji ataupun pemasukan lain yang termasuk dalam kategori kena pajak.
Pajak Perorangan Pribadi tidak harus dibebankan kepada individu yang punya penghasilan besar saja. Melainkan seseorang yang memiliki pendapatan tertentu selama 1 tahun masa pajak. Jadi, seseorang yang sudah berstatus Wajib Pajak harus melakukan laporan dan pembayaran pajaknya.
Sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi, maka harus melaporkan penghasilannya melalui SPT Tahunan. Untuk melaporkan SPT Tahunan bisa secara manual datang langsung ke KPP, atau secara online melalui situs e-filing.
Siapa Wajib Pajak Orang Pribadi?
Secara umum, pajak perorangan di Indonesia terbagi menjadi 2 kategori. Wajib Pajak terdiri atas Wajib Pajak Subjek Dalam Negeri dan Luar Negeri. Berikut penjelasan detailnya:
1. WP Dalam Negeri
Wajib pajak perorangan dalam negeri telah tercantum dalam UU PPh No. 36/2008. Dalam ketentuan ini, yang wajib membayar Pajak Perorangan Pribadi adalah seseorang yang memiliki kriteria berikut:
- -Bertempat tinggal di Indonesia
- -Orang pribadi yang tinggal di Indonesia >183 hari dalam jangka waktu 1 tahun
- -Orang pribadi yang sudah berniat tinggal di Indonesia selama 1 tahun masa pajak
2. WP Luar Negeri
Wajib pajak orang pribadi luar negeri juga telah tercantum dalam UU PPh No. 36 tahun 2008 dengan kriteria:
- -Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia
- -Orang pribadi yang tidak tinggal di Indonesia >183 hari dalam jangka waktu 1 tahun tapi masih menjalankan usaha di Indonesia
- -Orang pribadi yang tidak tinggal di Indonesia >183 hari dalam jangka waktu 1 tahun dan tidak menjalankan usaha di Indonesia
Bagi Anda yang sudah memenuhi kriteria sebagai Wajib Pajak perorangan, maka harus mulai melaporkan dan memenuhi kewajiban perpajakan sesuai regulasi yang berlaku.
Cara Melaporkan Pajak Pribadi
Setelah tahu siapa saja yang termasuk wajib pajak orang pribadi, maka harus memenuhi kewajiban perpajakannya. Untuk melaporkan pajak orang pribadi, baik karyawan, pengusaha, maupun PPh badan bisa dengan mudah melalui online. Adapun caranya adalah sebagai berikut:
1. Lapor SPT Pribadi Karyawan
- -Buka situs web resmi DJP
- -Masukkan NPWP, Password, Kode Keamanan > Login
- -Pastikan data yang tercantum sudah sesuai > lalu klik e-filing
- -Pilih "Buat SPT" > Isi data formulir dan data SPT
- -Nantinya akan muncul kode verifikasi dan masukkan kodenya di kolom "Kode Verifikasi"
- -Klik "Kirim SPT"
- -Cek email untuk melihat bukti pengiriman SPT telah berhasil
2. Lapor SPT Pribadi Pengusaha
- -Download aplikasi e-SPT melalui web resmi DJP
- -Buat database melalui ODBC
- -Buka aplikasi e-SPT, lalu pilih database yang telah Anda buat > Login
- -Setelah login, lanjut buat SPT dengan formulir 1770
- -Buat ID Billing terlebih dulu sebelum membayar pajak
- -Kemudian, selesaikan pembayaran pajak melalui berbagai metode
- -Input data yang terdapat dalam SSP ke aplikasi e-SPT
- -Lanjut klik "SPT Tools" dan "Lapor Data SPT ke KPP"
- -Pilih Tahun Pajak yang akan Anda laporkan dan "tampilkan data"
- -Pilih lokasi file untuk menyimpan file CSV > "Create File"
- -Siapkan beberapa file pdf sebagai lampiran dokumen pendukung
- -Upload CSV dan dokumen pendukung ke WEB resmi DJP
- -Selesai
Cara di atas bisa Anda ikuti ketika ingin melaporkan pajak pribadi tahunan. Dengan sistem pelaporan online lewat situs resmi, maka akan memudahkan Anda agar laporan pajak lebih praktis dan hemat waktu.
Tapi, jika Anda masih kesulitan melaporkan dan mengurus kewajiban pajak perorangan tahunan, sebaiknya gunakan jasa konsultan pajak. Dengan begitu, maka akan meminimalisir kesalahan selama pelaporan dan pembayaran pajak perorangan.
Penutup
Memahami berapa tarif pajak penghasilan orang pribadi dan cara melaporkannya penting untuk Anda selaku Wajib Pajak. Meski begitu, tidak sedikit Wajib Pajak Orang Pribadi yang masih kesulitan dalam merencanakan, mengelola, hingga melaporkan kewajiban pajaknya.
Oleh sebab itu, perlu adanya konsultan pajak yang akan mendampingi dan membantu mengurus perencanaan hingga pelaporan Pajak Perorangan Pribadi Anda. Opsi Consulting menawarkan layanan konsultasi dan pendampingan perpajakan untuk perorangan maupun badan usaha.
Dengan OpsiConsulting.ID, Anda bisa bebas konsultasi tentang perpajakan hingga bantuan pelaporan pajak tahunan. Sehingga masalah Pajak Perorangan Pribadi Anda bisa lebih efisien dan tepat waktu.