Proses lapor SPT tahunan PT terbaru dilakukan secara online melalui portal Coretax DJP. Pelapor perlu menyiapkan dan mengunggah dokumen SPT tahunan sesuai ketentuan. Waktu pelaporan SPT tahunan sendiri paling lambat di tanggal 30 April.
Cara lapor SPT tahunan yang sudah sepenuhnya online ternyata membawa kebingungan baru bagian sebagian besar orang. Untuk itu perlu langkah praktis yang tetap aman untuk menyiapkan dokumen sampai pelaporan akhirnya.
Syarat & Dokumen Lapor SPT Tahunan
Rangkaian proses laporan pajak tahunan perusahaan tidak semudah mengisi formulir secara online. Ada serangkaian syarat dan dokumen yang wajib tersedia. Isi dari dokumen pelaporannya juga harus valid.
Kelengkapan syarat dan dokumen utama dalam pelaporan SPT tahunan adalah laporan keuangan resmi hasil penutupan buku. Kelengkapan dari laporan keuangan adalah laba rugi sampai neraca lengkap.
Selain itu, PT juga harus menyiapkan bukti potong PPh yang sudah terkumpul. Kelengkapan bukti potong ini terdiri dari PPh pasal 23, pasal 22, pasal 4 ayat 2, serta bukti setornya. Semua wajib dengan menyesuaikan kelengkapan pajaknya.
PT juga harus punya akses EFIN badan. Akun terverifikasi juga harus ada di portal Coretax. Apabila keduanya belum ada, maka PT wajib mengurusnya sebelum melakukan pelaporan pajak tahunan.
Panduan Lapor SPT Tahunan PT
Serangkaian tahapan lapor pajak Coretax bagi PT sebetulnya tidak rumit, asal semua kebutuhan sudah terpenuhi. Setidaknya ada 3 alur utama dalam lapor SPT tahunan, tapi semua saling berkaitan sebagai berikut:
1. Pengumpulan Data & Rekonsiliasi Fiskal
Untuk memulai proses lapor SPT tahunan PT, maka perusahaan wajib mengumpulkan seluruh data transaksi. Semua data keuangan PT selama satu tahun pajak penuh tidak boleh terlewat.
PT juga perlu melakukan penyesuaian koreksi fiskal positif. Artinya, biaya-biaya yang sebelumnya tercatat sebagai pengurangan lama harus ditambahkan. Langkah ini penting karena biaya tersebut tidak diakui oleh aturan perpajakan.
Melakukan penyesuaian koreksi fiskal negatif juga penting. PT perlu mengurangi pendapatan yang sudah terkena pajak dari perhitungan laba kena pajak tahunan. Proses ini penting agar penghasilan tersebut tidak dikenai pajak dua kali.
Saat semua penyesuaian tersebut selesai, maka angka laba ruginya sudah final. Nantinya data itu bisa dipindahkan ke formulir SPT saat pelaporan berlangsung. Karena penulisan nominalnya penting, maka angkanya tidak boleh salah.
2. Login Akun & Pengisian Formulir SPT
Proses lapor SPT tahunan PT selanjutnya adalah login akun. Namun karena pelaporan ini untuk PT, maka NPWP yang terpakai harus NPWP Badan. Kemudian pelapor bisa login ke portal Coretax.
Layanan Coretax sudah menyediakan file e-form SPT Badan Formulir 1771. Unduh file tersebut kemudian buka untuk mulai melakukan pengisian. Jika bagian ini masih belum dipahami, maka bisa memanfaatkan layanan perpajakan profesional.
Namun jika sudah paham, maka pelapor bisa mengisi formulir sampai selesai. Kemudian lampiran-lampiran pendukung bisa diisi. Nantinya pengisian di sini juga terintegrasi dengan formulir induk.
Bagian induk SPT yang sudah terisi otomatis juga harus melalui proses pengecekan. Ada nominal yang tertera dalam SPT tersebut. Pastikan nominal yang harus terbayar tidak salah sesuai kewajiban yang ada.
3. Mengunggah Dokumen
Cara lapor pajak online yang ketiga adalah melampirkan laporan keuangan. Format umum untuk pelampiran ini adalah PDF. Masukkan atau unggah laporan keuangan ke bagian sesuai kebutuhannya.
Lalu jangan lupa meminta kode verifikasi. Nantinya kode ini akan dikirim melalui email perusahaan atau PT. Kode ini berfungsi sebagai gerbang untuk membuktikan penyelesaian proses lapor.
Jika sudah ada kode verifikasinya, maka klik Submit, dan unduh bukti penerimaan elektronik. Bukti ini akan diterbitkan secara resmi. PT harus menjaga bukti penerimaan ini sebagai salah satu bentuk kewajiban pajak.
Kesalahan Umum Saat Lapor SPT Tahunan
Proses lapor SPT tahunan PT yang berjalan online tidak sepenuhnya lepas dari kesalahan umum. Sebuah PT bisa melakukan kesalahan umum seperti perbedaan angka antara omset di SPT Masa PPN dengan di SPT PPh Badan.
Kemudian ada juga kesalahan seperti lupa memasukkan lampiran khusus. Contoh lampiran khusus ini adalah daftar penyusutan aset perusahaan. Jika lupa dimasukkan, maka akan menyebabkan hambatan lain.
Pengisian status susunan pengurus atau pemegang saham juga tidak boleh salah. Melakukan submit mendekati jam tenggat waktu juga sangat dekat dengan risiko server penuh. Oleh sebab itu, mengerjakan urusan perpajakan sendiri sebetulnya sulit.
Jika PT masi terkendala urusan perpajakan, maka bisa segera menghubungi tenaga profesional. Salah satu yang masuk daftar rekomendasi adalah Opsiconsulting.id. Layanannya sudah lengkap dan bisa membantu sampai pelaporan SPT selesai.
Penutup
Kunci utama dalam lapor SPT tahunan PT adalah ketelitian dan ketepatan. Namun tak ada salahnya memanfaatkan layanan profesional. Dengan demikian, proses pelaporan jauh lebih maksimal dan jauh dari kesalahan-kesalahan yang ada.